Showing posts with label Kolonial. Show all posts
Showing posts with label Kolonial. Show all posts

Wednesday, December 28, 2011

Candi Mangkubumen

Nama Candi Mangkubumen sebenarnya sudah lama sekali aku dengar semenjak aku pindah tugas ke solo tahun 2010. Informasi tentang situs ini tidak begitu jelas, dikarenakan tidak ada keterangan yang pasti baik dari buku sejarah ataupun dari masyarakat sekitar. Tetapi dari artikel internet ada yang menceritakan tntang bangunan ini dan dari info tersebut saya mencoba menjelajahi Kota Solo untuk membuktikannya.

Lokasi :
Candi Mangkubumen berada di Jl.Dr.Ciptomangunkusumo, Solo atau didaerah Mangkubumen tepat di dekat SOLO PARAGON.

Candi Mangkubumen & Solo Paragon

Sejarah :
Bangunan unik itu, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Keraton Kasunanan Surakarta. Candi ini dibangun oleh keraton, kalau tidak salah sekitar tahun 1840. Candi ini dibangun, persis di tempat ditanamnya ari-ari (tali pusar) dari Kanjeng Sosronagoro, Patih dari Keraton Kasunanan Solo yang kesembilan.

Disini pusar Kanjeng Sosronagoro dikuburkan
Candi Mangkubumen
Bentuk yang menyerupai menara Gereja
Prasasti huruf jawa di bagian bawah candi
Menara angin
Bangunan itu sebagai bentuk peringatan atau penghormatan dari kelahirannya. Bangunan tersebut berwarna putih, dengan ornamen unik, serta memiliki menara arah angin. Sekilas bangunan ini mirip menara gereja.Dan menurut juru kunci makam dari Kanjeng Sosronagoro ada di daerah Manang. Sebelum ada Solo Paragon, di sini dulu tempat rumahnya Kanjeng Pangeran Mangkubumi yang pertama, terus diubah fungsinya jadi rumah sakit pusat, namanya sikensoro.

Artefak candi di Museum Gula

Berkunjung ke Museum Gula Gondang Winangoen saya lakukan bersama-sama dengan rombongan blusukanku yaitu Bol Brutu setelah kami melakukan kunjungan ke Candi Merak dan Candk Karangnongko sekitar tahun 2010 yang lalu. Museum gula yang kami kunjungi termasuk salah satu cagar budaya peninggalan Kolonial dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Lokasi :
Museum ini berada di jalan Jogja - Solo tepatnya berada di daerah Gondangwinangun Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten.

Museum gula Gondang Winangoen
Museum ini berada bersebelahan dengan Pabrik Gula Gondang Baru (saat ini). Museum Gula didirikan sudah sejak lama, sejarah mencatat bahwa museum ini dibuat pada sekitar tahun 1982. Hal yang sebenarnya menarik bagi saya selain museum tersebut adalah adanya 2 buah artefak candi yang berada di museum ini. Ditempat ini terdapat sebuah Home Stay yang berada masih satu komplek dengan museum. Di halaman samping home stay tersebut terdapat sebuah Jaladhwara atau saluran pembuangan air pada sebuah candi yang berbentuk Makara.

Jaladwhara di Home Stay Gondang Winangun
Selain jaladhwara tersebut, dihalaman belakang Home Stay tersebut juga terdapat sebuah Yoni yang berukuran cukup besar, hanya sayang cerat pada yoni tersebut patah. Selain itu yoni tersebut sudah tidak terlihat menarik lagi karena sudah dicat hitam dan ditempat yang seharusnya dipasang lingga dipasang hiasan baru sehingga nilai seni & sejarahnya jadi hilang.

Yoni di home stay gondang winangun
Tidak diketahui dari mana kedua benda cagar budaya tersebut bisa berada ditempat ini. Apakah memang ditemukan disekitar pabrik gula ini dulunya, ataukah diambil dari suatu tempat??

Sunday, December 18, 2011

Stupa di Gereja Ignatius Magelang

Gereja tempatku beribadah merupakan termasuk bangunan tua dan bersejarah di Kota Magelang. Gedung yang dibangun sejak tahun 1900 dan berlokasi di Jl.Yos Sudarso - Magelang berdiri megah dengan arsitektur dan gaya khas Gereja Katholik Roma.

Gereja Katholik St.Ignatius Magelang
Tetapi hal yang cukup unik dan baru saya ketahui setelah sekian puluh tahun menjadi umat di gereja ini adalah adanya 2 buah stupa kecil yang berada di bagian samping barat gereja dekat ruang Sankristi. Saya belum menanyakan kepada pengurus gereja tentang sejarah dan kenapa ada stupa disini. Melihat dari bentuknya memang kedua stupa ini terlihat kuno seperti benda cagar budaya peninggalan Buddha yang umumnya saya temui di candi.

Lokasi stupa di dekat tangga ruang Sankristi

Stupa yang berada di sebelah kiri
Stupa yang berada disebelah kanan

Kedua stupa ini masih bagus kondisinya, hanya kurang terawat dan ditumbuhi lumut serta jamur. Mungkin lain kesempatan akan saya coba bertanya kepada pengurus paroki mengenai stupa ini, apakah itu benda cagar budaya ataukah stupa buatan jaman modern.