Wednesday, September 22, 2010

Situs Pucanggunung

Lokasi :
Dsn.Pucanggunung, Ds.Pucang, Kec.Secang, Kab.Magelang

Situs pucanggunung berupa lapik arca di bawah pohon bambu

Sejarah :
Desa Pucang memiliki beberapa peninggalan situs purbakala yg sekarang ini sudah banyak yg musnah. Salah satu diantaranya adalah situs pucanggunung. Situs ini menurut warga sekitar dulunya adalah candi yg berbentuk mirip dengan candi pawon. Peninggalan situs ini berupa sebuah lapik arca yg terguling di bawah rimbunya pohon bambu.

Lapik arca ini terguling
Kondisi lapik arca ini masih utuh
Lapik arca ini tidak terawat

Lokasinya sudah dipagar kawat oleh BP3 tetapi sekarang kondisinya sudah tidak terawat dan rusak. Selain lapik arca ada beberapa batu candi yg tersebar dirumah penduduk dan beberapa berada di makam desa. Diperkirakan situs pucanggunung merupakan peninggalan Hindhu.

Batu2 candi situs pucanggunung



Tuesday, September 21, 2010

Situs Pringapus

Lokasi :
Situs pringapus berada di sebuah sawah di Dsn.Pringapus, Ds.Kalisalak, Kec.Salaman, Kab.Magelang. Lokasi situs ini hanya sekitar 1 km dari situs mulosari.

Sejarah :
Menurut penuturan warga yg menemani saya melihat situs ini diceritakan bahwa situs ini masih satu bagian dan sejaman dengan situs mulosari maupun situs2 purbakala lainnya yg berada di daerah salaman. Dari peninggalan berupa yoni dapat diketahui bahwa situs ini merupakan peninggalan Hindhu. Tidak ada batu andesit, batu bata atau bagian2 candi lain yg tersisa.

Yoni di situs pringapus
Kondisi :
Situs pringapus hanya menyisakan sebuah yoni yg terguling di tengah sawah. Dulunya yoni ini berada di sawah sebelah atas tetapi tanahnya longsor dan terguling ke sawah dibawahnya.

Yoni ini berada di sawah dan terguling
Tidak banyak hiasan di yoni ini dan ceratnya juga patah

Monday, September 20, 2010

Situs Candi Wurung

Lokasi situs :
Lokasi dari Situs Candi ini berada di Dsn.Candi, Ds.Menoreh, Kec.Salaman, Kab.Magelang. Penduduk menyebut situs ini dengan nama Candi Wurung yg artinya candi yg rusak atau belum jadi. Lokasi situs ini berada di tengah sawah yg oleh penduduk dikeramatkan.

Di lahan ini terpendam pondasi candi dari batu bata yg berbentuk hexagonal
Sawah lokasi situs candi wurung

Sejarah Penemuan :
Situs ini diketemukan secara tidak sengaja oleh seorang petugas dari purbakala yg kebetulan tinggal di daerah tersebut sekitar tahun 90an. Beliau secara tidak sengaja menemukan sebuah batu yg mirip fragmen arca, oleh beliau batu tersebut digali dan ternyata benar, batu tersebut adalah sebuah arca tanpa kepala yg berbentuk orang yg sedang duduk. Dari hasil penemuan tersebut beliau melaporkan ke pihak purbakala dan diadakan penggalian besar-besaran pada tahun 2001.
Peninggalan yg tersisa :
Dari hasil penggalian tersebut diketemukan sesuatu yg unik yaitu pondasi candi yg berbentuk hexagonal (segi 8) yg terbuat dari batu bata dikarenakan umumnya candi di Indonesia kebanyakan pondasi berbentuk bujur sangkar. Selain itu diketemukan juga 2 buah yoni, beberapa batu andesit berelief dan batu bata besar. Saat ini pondasi candi tersebut dikubur kembali dan hanya tinggal 2 buah yoni saja yg masih terlihat.

Cerat pada yoni pertama
Yoni pertama yg posisinya berdiri vertikal pada lahan pertanian
Ornamen singa yg berada di bawah cerat yoni kedua
Yoni kedua keadaannya sudah tidak utuh lagi
Kesimpulan :
Dari hasil penggalian tersebut dapat disimpulkan bahwa situs candi wurung ini adalah peninggalan Hindhu dan dahulu merupakan sebuah candi yg cukup besar.

Situs Mulosari

Lokasi :
Situs Mulosari merupakan salah satu situs dari beberapa situs purbakala yg berada di kec.salaman tepatnya di Dsn.Mulosari, Ds.Kalisalak, Kec.Salaman, Kab.Magelang dan situs ini berada di makam desa tersebut.
Sejarah :
Tidak diketahui bagaimana sejarah dari situs ini, bahkan warga sekitar yg mantan pegawai purbakala juga tidak mengetahui sejarah situs ini. Tetapi dari peninggalan berupa yoni dapat disimpulkan bahwa situs ini adalah peninggalan peradaban Hindhu.
Peninggalan yg tersisa :
Peninggalan yg dapat dijumpai di situs mulosari ini hanyalah sebuah yoni yg berada di pojok makam dengan kondisi yg masih bagus tetapi ceratnya patah dan batu2 bata berukuran besar yg berserakan di makam. Sebagian besar batu bata tersebut banyak yg dipakai sebagai nisan.


Yoni yg terdapat di situs mulosari
Keadaan yoni ini masih cukup baik hanya saja bagian ceratnya sudah patah
Batu bata berukuran besar bagian dari candi yg sekarang dipakai sebagai nisan
Batu bata bagian candi banyak yg berserakan di makam desa ini

Kesimpulan :
Tidak diketahui sejarah dari situs ini, tetapi dari peninggalan ini dapat disimpulkan bahwa dulu ada sebuah candi hindhu yg berada di desa ini.

Sunday, September 19, 2010

Situs Menggung

Lokasi :
Situs Menggung terletak di lereng barat Gunung Lawu dekat tempat pertemuan dua sungai, tepatnya di Dk.Nglurah, Kec.Tawangmangu, Kab.Karanganyar. Tempat ini diberada dibawah sebuah pohon beringin yg sangat besar sehingga suasana sangat asri dan terkesan angker. 
Pohon beringin besar yg mungkin sudah berusia ratusan tahun ini menaungi situs menggung

Sejarah : 
Situs Menggung merupakan bangunan purbakala peninggalan masa Hindu akhir yang dibangun dengan gaya arsitektur kebudayaan megalitikum yaitu punden berundak. Bentuk seni bangunan candi yang berundak mengingatkan kita kepada bentuk bangunan masa prasejarah.Situs menggung diperkirakan peninggalan dari Majapahit dan mungkin berusia tidak jauh dari candi sukuh.
Peninggalan yg tersisa :
Peninggalan purbakala yg berada di situs ini cukup banyak, ada beberapa arca di situs ini, yaitu arca yg mirip dwarapala di tangga masuk sebuah arca syiwa, arca menggung dan sebuah arca kecil yg berada di bawah pohon beringin. Selain itu juga terdapat sebuah yoni.


Ada 4 buah arca yg berada di tangga naik menuju situs menggung
Bentuk arca ini menyerupai dwarapala
Arca dwarapala yg berada di tengah halaman situs menggung
Arca Syiwa dan arca mirip dwarapala yg disebut arca menggung
Sebuah arca kecil yg berada di bawah pohon beringin
Sebuah yoni yg berbentuk segi 8

Candi Gana

Lokasi :
Reruntuhan candi ini berada di sebelah timur candi sewu yaitu di Dk.Bener, Ds.Bugisan, Kec.Prambanan, Kab.Klaten, Jawa Tengah.
Hiasan pada tangga masuk candi gana
Tangga masuk candi gana
Sejarah :
Candi Gana merupakan salah satu dari 4 buah candi yg mengelilingi Candi Sewu. Tepatnya candi ini berada di sebelah timur Candi Sewu.Latar belakang sejarah caandi ini diperkirakan bercorak Buddha yaitu dengan adanya susunan batu yg disusun membentuk stupa.
Candi ini sudah diketahui sejak jaman belanda dan upaya untuk pemugaran kembali candi ini cukup sulit dikarenakan sudah banyak batu2 candi yg hilang.
Oleh masyarakat sekitar candi ini disebut juga Candi Asu ( dalam bahasa jawa Asu adalah anjing ), dikarenakan ada arca yg berbentuk binatang menyerupai seekor anjing.
Peninggalan yg tersisa :
Kondisi candi gana hanya tinggal reruntuhan batu saja, tetapi batu2 tersebut sudah dikelompokkan. Candi ini memiliki banyak relief dan arca yang berhubungan dengan binatang. Ada sebuah arca tanpa kepala yang merupakan dekorasi sebuah talang air. Arca tersebut berwujud seperti burung, kemungkinan arca tersebut berupa kinara-kinari.

Susunan batu berbentuk stupa ini yg mengindikasi candi ini beraliran Buddha
Jawaladhra yg berbentuk seperti burung
Hiasan pintu masuk tidak berupa makara tetapi berupa arca dan sekumpulan ular
Batu2 reruntuhan candi gana
Reruntuhan candi ini diperkirakan dulu sebuah candi yg cukup besar

Situs Kajangkoso

Lokasi :
Situs Kajangkoso berada di Ds.Kajangkoso, Kec.Dukun, Kab.Muntilan tepatnya di jalan arah ke pos pengamatan merapi babatan.
Sejarah :
Situs ini diketemukan oleh penduduk sekitar pada saat membuat irigasi untuk sawah. Dari hasil penemuan sempat dilaporkan ke pihak purbakala yg menyatakan bahwa kemungkinan struktur batu yg berada di saluran irigasi tersebut diperkirakan adalah sudut candi. Dari hasil penelitian diperkirakan situs ini cukup luas dan katanya lebih luas dari Borobudur, warga khawatir jika situs ini digali mereka takut digusur.

Disaluran irigasi inilah situs kajangkoso berada
Pada saluran air ini terdapat struktur batu andesit
Struktur batu yg diperkirakan sudut bangunan candi
Struktur batu yg belum digali
Batu candi situs kajangkoso