Berkunjung ke Parangtritis tentunya semua orang sudah pernah, apalagi pantai yang terkenal dengan ombaknya yang besar dan Mitos Nyai Roro Kidul ini sangat menarik untuk dikunjungi. Selain pantai sebenarnya hal yang menarik bagi saya dari tempat ini adalah berkunjung ke Pesanggrahan Gembirowati. Memang tidak banyak orang yang tahu tentang keberadaannya, tetapi situs ini merupakan salah satu peninggalan Islam yang unik.
Lokasi :
Gembirowati terletak di Dsn.Watugajah, Ds.Girijati, Kec.Panggang, Kab.Gunung Kidul
Kunjungan ke tempat ini saya lakukan bersama dengan rombongan Bol Brutu setelah kami berziarah ke Makam Maulana Mahribi dan Makam Syeh Bela Belu. Bangunan ini diduga oleh masyarakat sekitar sebagai reruntuhan candi, namun sebenarnya adalah sebuah pesanggrahan yang dibangun pada jaman Mataram Islam. Tahun pembuatan dari candi ini tidak dikenal dengan jelas, dan kemungkinan besar candi ini dipakai untuk pemujaan terhadap Nyai Loro Kidul, yaitu ratu pantai selatan Jawa. Lokasi situs ini berada tidak begitu jauh dari pantai parangtritis.
 |
| Situs Gembirowati |
 |
| Tangga masuk |
 |
| Struktur terbuat dari batu putih dan hiasan dari batu koral |
 |
| Struktur batu putih |
 |
| Beberapa reruntuhan batu |
 |
| Aku dan rombongan Bol brutu |
Sejarah :
Bangunan ini sebenarnya lebih cocok ke
Situs Gembirowati karena bangunan ini merupakan bangunan peninggalan masa Islam bukan masa Hindu-Buddha.
Situs Gembirowati pernah dikunjungi oleh orang Belanda tahun 1902.
F.D.K Bosch menyatakan bahwa arsitektur bangunan, bentuk pilar, dan
hiasan yang ada diperkirakan peninggalan ini dibangun sekitar abad
ke-16. Pernyataan Bosch tersebut ditulis dalam OV atau Oudheidkundige
Verslag (laporan arkeologi Pemerintah Hindia Belanda) pada tahun 1925.
Penelitian selanjutnya diadakan pada tahun 1982 berupa studi
pengumpulan data situs dan tahun 1984/1985 melalui studi kelayakan oleh
PSPS DIY. Kegiatan studi pengumpulan data disertai pula wawancara dengan
sumber-sumber yang diperkirakan mengetahui keberadaan situs tersebut.
Kegiatan pengumpulan data dan studi kelayakan dilanjutkan dengan
penggalian pemugaran yang dilaksanakan oleh kantor SPSP DIY pada tahun
1991 dan Kantor SPSP DIY bekerjasama dengan jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1992. (Sumber Wikipedia).