Thursday, January 5, 2012

Candi Kedulan

Dari sekian banyak candi yang saya kunjungi ada beberapa candi yang kondisinya sejak diketemukan sampai saat ini belumlah tuntas penanganannya. Hal itu berakibat terlantarnya candi-candi tersebut dan terkesan dibiarkan begitu saja, meskipun ada beberapa yang diberi pos penjaga dan security. Candi yang saya kunjungi ini termasuk salah satu candi yang sampai sekarang masih terlantar dan setiap musim penghujan selalu terendam air, candi tersebut bernama Candi Kedulan. Kunjungan pertama ke candi ini saya lakukan tepat pada Hari Raya Nyepi tahun 2009, saat itu masih musim hujan dan candi terendam. Kunjungan kedua saya pada bulan juli 2009 saat musim kemarau sehingga saya bisa turun ke lokasi penggalian dan melihat candi ini secara keseluruhan.

Candi kedulan terendam saat musim hujan
Candi perwara yang terendam

Lokasi :
Bulak Perung, Dsn.Kedulan, Ds.Tirtomartani, Kec.Kalasan, Kab.Sleman.

Candi ini ditemukan terpendam dalam tanah sekitar 7 m dan diketemukan secara tidak sengaja oleh penambang pasir pada 24 November 1993. Lokasi candi merupakan tanah kas desa yang kurang subur dikarenakan banyak mengandung pasir sehingga akhirnya tanah ini pun dijadikan lokasi penambangan pasir.
Lokasi candi kedulan sangat mirip dengan keadaan candi sambisari yaitu sama-sama di kedalaman sekitar 7 m. Dilokasi penggalian tersebut ditemukan reruntuhan candi induk, yoni  beserta 3 buah candi perwara. Untuk candi induk saat ini batu-batunya dipindahkan sementara ke atas pada sebuah tempat untuk dilakukan percobaan rekonstruksi sementara, sedangkan untuk ke 3 candi perwara masih berada di lokasi karena penggalian candi perwara ini terhalang tanah pertanian warga. Jadi ke 3 candi perwara ini sebagian masih terpendam dan sebagian batu-batu berserakan di lokasi penggalian. Selain itu karena lebih rendahnya lokasi candi dibandingkan sungai terdekat sehingga di lokasi penemuan candi ini belum bisa dibuatkan saluran pembuangan air seperti di candi sambisari. Akibatnya apabila sudah musim penghujan lokasi penemuan candi ini akan tergenang air dan berubah menjadi kolam.

Candi kedulan saat musim awal kemarau
Pondasi candi induk
Yoni candi kedulan
3 candi perwara
Candi perwara masih terpendam separuh
Dari hasil rekonstruksi sementara candi induk terlihat susunan badan candi dan pagar selasar pembatas candi. Beberapa ornamen yang menghias candi sudah bisa dinikmati keindahannya seperti relief dewa di beberapa bagian dinding candi, hiasan sulur-suluran, roset, serta relief motif batik.


Susunan rekonstruksi atap candi
Saya di lokasi rekonstruksi candi kedulan
Rekonstruksi badan candi dan pagar selasar
Lokasi penyusunan sementara
Relief dewa
Bilik arca
Di candi ini terdapat pos penjagaan dan informasi dari BP3 yang bertugas untuk mengamankan serta memberikan keterangan apabila ada pengunjung yang datang. Didalam  ruang tersebut disimpan bagian-bagian candi yang memang rawan hilang bila dibiarkan berada di lokasi penggalian serta anda bisa melihat puing-puing puing-puing mangkuk berhias dan barang gerabah yang diduga digunakan dalam ritual peribadatan di candi ini. Selain itu, ada juga kayu-kayu yang berasal dari pepohonan yang tumbuh semasa candi ini berdiri.


Bagian-bagian candi dan kayu purba di ruang informasi
Pada 12 Juni 2003, ditemukan 2 buah prasasti di lokasi penggalian. Prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta tersebut sudah berhasil dibaca oleh dua epigraf dari Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yaitu Dr Riboet Darmoseotopo dan Tjahjono Prasodjo MA. Berangka tahun 791 Saka (869 Masehi, atau sekitar 10 tahun setelah candi Prambanan berdiri), isinya tentang pembebasan pajak tanah di Desa Pananggaran dan Parhyangan, pembuatan bendungan untuk irigasi, pendirian bangunan suci bernama Tiwaharyyan serta ancaman kutukan bagi siapapun yang tidak mematuhi aturan.

No comments:

Post a Comment